Archive for October, 2006

gw di tinggalin.. hiks.. hiks.. :’(

Saturday, October 28th, 2006

Gileeee.. gw dtinggalin.. tega bweeneeeeyy.. hiks.. hiks.. hiks.. :’( . Padahal gw baru aja menikmati saat2 indah itu.. trus tiba2 malah mohon pamit, katanya mo pergi jauh untuk waktu yang menurut gw lamaaaaa bgt.. asli deh gw bener2 kaget, selama sebulan itu hubungan gw bae2 aj, malah hampir tiap malem kali gw ngapelin.. dan selama itu ga ada masalah… duuuh sedih banget deh gw.. gw bener2 udah cinta mampus nii .. :’(

Tepatnya tgl 23 okt, jam nya sekitar abis isya an gitu, saat gw ketemuan lagi, setelah lama tak bersua.. itu adalah saat2 paling mesra… dan hari2 selanjutnya menjadi hari2 paling99…99x mesra bersamanya , huehueheu… :p. indah banget deh kalo mengenang itu semua, makanya gw ga rela kalo tiba2 gitu harus pergi ninggalin gw untuk kesekian kalinya, padahal gw masih butuh belaian lembutnya, suara merdunya, kecupan hangatnya, cumbu dan canda rayunya, dan tentu pesona agungnya yang bisa membuat hati ini tentram, nyaman, dan damai saat berdekatan.

Itu semua terjadi setelah sebulan gw ketemuan, walaupun berjanji pasti akan kembali, gw ga tau apa gw masih berkesempatan untuk menyambut kedatangannya.. gw hanya bisa berharap dalam hari2 sepi yang akan gw jalani.. bersimpuh sujud dalam tiap tangisan malam2 terakhir.. merangkai bait2 indah dlm doa panjang.. memohon kepada pemilik jiwa agar dpt mempertemukan kembali dengannya..

Ramadhan… gw kangen bangeeeeeeeeeeeettt… !!!!! Yaa Rabb pertemukan lah kembali hamba dengan bulan Ramadhan.. Aamiin.

duhai kekasih tercinta

Friday, October 13th, 2006

Entah harus bagaimana diri ini menunjukkan perasaan cinta ku kepadamu.. aku lagi-lagi hanya bisa terdiam terpaku, dengan hati yang tersayat sayat karena terluka.. sedih.. marah.. benci. melihat engkau disakiti.. melihat engkau dihinakan.. melihat engkau didzholimi. Padahal belum sembuh luka hati ini ketika pertama kali mereka menghinakanmu, kini luka itu terkoyak lagi karena mereka mengulangnya kembali..

Mereka.. manusia-manusia biadab itu.. telah benar-benar berbuat hina kepadamu.. dengan melukiskan dirimu layaknya jiwa yang hina. Hati ini tidak rela melihat engkau diperlakukan seperti itu, engaku adalah manusia agung.. engkau adalah jiwa yang suci.. engkau adalah hamba yang mulia… engkau adalah kekasih tercinta.. yang tak layak dihinakan. Perbuatan mereka benar-benar terkutuk, bahkan lebih terkutuk dari makhluk yang terkutuk, karena iblis pun tak berani menghinakan dirimu.

Wahai manusia yang agung.. Sungguh agung dirimu karena engkau di utus kemuka bumi ini sebagai rahmatan lil ‘alamin, yang sejarah kehidupan mu terekam dengan tinta emas. Wahai jiwa yang suci.. kesucian hati dan akhlakmu menjadikan dirimu satu-satunya yang pantas dijadikan sebagai suri tauladan bagi seluruh umat manusia. Wahai hamba yang mulia.. kemuliaanmu membuat milyaran umatmu bershalawat atasmu dan keluargamu.. agar kelak engkau memberikan syafaat kepada kami di yaumul akhir nanti. Wahai kekasih tercinta.. cinta kami padamu melebihi cinta kepada diri kami sendiri.. sehingga kami rela mengorbankan nyawa untuk membela dirimu dan kehormatanmu…

‘Ummati.. ummati.. ummatii…’  Bahkan sampai akhir hayatmu engkau masih memikirkan umatmu tanpa memperdulikan sakit yang kau rasakan karena sakaratul maut.

Ya Rosulullah.. Ya Habiballah.. aku adalah hamba yang dhoif.. yang tak memiliki kekuatan untuk memerangi mereka secara langsung yang telah menghinakan dirimu.. ampunilah hamba ya Allah.. hanya melalui tulisan inilah aku baru bisa membuktikan rasa cintaku kepada sang kekasih Rosulullah Muhammad SAW.

Allahumma sholli ‘alaa Muhammad, wa ‘alaa ‘alii Muhammad